Home Bisnis Online 7+ Tempat Jual Foto Online: Ubah Stok Foto Jadi Cuan!

7+ Tempat Jual Foto Online: Ubah Stok Foto Jadi Cuan!

89
0

Hobi fotografi? Tahukah bahwa stok foto Anda bisa jadi cuan? Cara yang paling praktis adalah dengan melisensikannya di tempat jual foto online. 

Di internet sendiri terdapat banyak situs yang dapat membantu Anda menjual stok foto. Dengan bantuan platform tersebut, hasil foto Anda bisa dibeli oleh siapapun untuk kebutuhan apapun. Misalnya, blog, majalah, brosur, iklan, dll.

Tertarik menguangkan foto? Simak 7+ rekomendasi tempat untuk jual foto online dan tips jitu agar foto laku, selengkapnya di artikel ini.

7+ Tempat Jual Foto Online Terbaik

Banyak sekali platform yang memungkinkan Anda menjual foto. Namun, Anda tidak perlu bingung memilih platform tempat jual foto online yang tepat. 

Kami telah menyortir beberapa platform atau website yang pastinya terpercaya. 

1. Shutterstock

Siapa yang tidak tahu Shutterstock? Platform berskala global yang dapat menghubungkan foto Anda dengan para pembeli dari seluruh dunia. Jadi, jangkauan pasarnya luas sekali!

Platform ini menjadi tempat jual foto online terbesar, dengan nilai transaksi lebih dari 1 miliar dolar dalam 15 tahun terakhir.

Bahkan di Indonesia sendiri, tercatat transaksi jual beli foto di Shutterstock meningkat 49% tiap tahunnya. Wow! 

Platform ini banyak diminati karena sangat membantu para kontributornya. Misalnya, dengan fasilitas tips dan support dari komunitas yang besar di seluruh dunia. 

tampilan dashboard untuk kontributor shutterstock
shutterstock.com

Selain itu, Shutterstock memiliki semacam dashboard yang bisa diakses lewat website ataupun aplikasi.  

Dashboard ini memiliki fitur yang sangat lengkap. Mulai dari upload foto, halaman portofolio sendiri, keywording untuk tiap konten, content status, status tracker, fitur Catalog Manager, hingga melacak berapa pendapatan dari foto-foto yang Anda jual.

Untuk penghitungan royalti, tergantung dari level konten Anda. Semakin banyak konten yang dilisensikan atau di-download oleh konsumen, maka level konten Anda makin tinggi dan semakin besar juga persenan yang akan Anda dapatkan.

level skema royalti kontributor stok foto shutterstock
shutterstock.com

Seperti rincian pendapatan untuk foto, ilustrasi, dan vektor, di atas. Sedangkan, penghitungan untuk konten video agak sedikit berbeda.

Keunggulan:

  • Platform dengan aktivitas jual-beli stok foto terbesar di Indonesia;
  • Jangkauan pembeli dari berbagai negara;
  • Dashboard kontributor yang dapat diakses via website maupun aplikasi;
  • Memberikan royalti yang semakin besar seiring banyaknya lisensi.

2. Adobe Stock

jual stok foto di adobe stock

Mendengar kata Adobe, tentunya familiar dengan dunia desain, grafis, visual, dan semacamnya, bukan? 

Keunggulan utama platform yang tadinya bernama Fotolia ini ialah integrasi dengan berbagai tools Adobe. Misalnya, Photoshop, InDesign, Illustrator, Lightroom, dan aplikasi Adobe lainnya.

Dengan integrasi tersebut, Anda bisa upload langsung dari Adobe Lightroom. Sedangkan konsumen bisa langsung mengedit foto Anda yang telah dilisensikan di aplikasi-aplikasi tersebut.

Konsumen mana sih yang tidak suka hal praktis? Maka dari itu, peluang foto Anda akan dibeli di Adobe Stock juga meningkat.

Sama seperti Shutterstock, kontributor dibekali dashboard untuk meng-upload dan setting foto. 

Di dalamnya, Anda bisa mengatur keywords, alt text image, dan yang lainnya agar foto lebih teroptimasi. Sehingga dapat menjadi urutan teratas saat pencarian di dalam website, dan juga muncul di Google Image.

tampilan dashboard adobe stock untuk kontributor
Adobe Stock

Website Adobe Stock juga sudah terintegrasi otomatis dengan aplikasi Adobe Creative Cloud. Jadi, upload foto dan pembelian foto dapat dilakukan di website ataupun aplikasi. 

Untuk royalti, Anda akan mendapatkan hingga 35% dari setiap konten yang berhasil terjual.

royalti konten adobe stock
Adobe Stock

Keunggulan:

  • Platform yang sudah memiliki nama besar;
  • Integrasi otomatis dengan berbagai tools Adobe lainnya;
  • Upload stok foto praktis via Adobe Lightroom;
  • Dashboard kontributor untuk upload dan setting foto;
  • Adanya fasilitas optimasi foto;
  • Salah satu platform dengan royalti terbesar.

3. Dreamstime

dreamstime platform jual foto online

Platform tempat menjual foto ini sudah berdiri cukup lama, yaitu dari tahun 2000. Penggunanya pun juga sudah tembus angka 34 juta dengan hampir 700.000 kontributor.

Karena itu pula, konten yang diterima Dreamstime juga lebih bervariasi. Mulai dari foto, ilustrasi, vektor, video, hingga klip audio.

Besarnya komunitas Dreamstime, membuat Anda harus menaati beberapa peraturan untuk meng-upload konten. Seperti, bukan foto plagiat, bukan konten yang berbahaya, memiliki deskripsi yang relevan, dll. 

Selengkapnya, seperti gambar di bawah ini. Tujuannya, untuk menjaga kualitas konten-konten di platform ini.

kriteria dan syarat konten kontributor dreamstime
Dreamstime.com

Skema bagi hasil untuk kontributor bervariasi tergantung konten apa yang di-upload dan seberapa besar level (banyaknya download).

royalti atau bagi hasil penjualan konten dreamstime
Dreamstime.com

Keunggulan:

  • Konten yang bisa di upload lebih bervariasi;
  • Menjaga kualitas konten dengan beberapa kriteria wajib;
  • Skema royalti yang memungkinkan untuk bertambah.

4. iStockphoto.com

tempat jual foto online istockphoto

Sama seperti Dreamstime, iStockphoto juga didirikan pada tahun 2000. Karena merupakan bagian dari Getty Images, Anda harus mendaftar di aplikasi Getty Images saat registrasi kontributor.

Untuk konten video, Anda diharuskan mengupload tiga hingga enam konten via YouTube. Sedangkan, Anda bisa mengirim via Google Drive atau Dropbox untuk konten gambar dan ilustrasi. Nantinya konten-konten akan di-review oleh tim editor iStock. 

Setelahnya, barulah ketuk palu apakah Anda bisa menjadi kontributor atau tidak. Terdengar rumit ya? 

Hal itu karena jumlah pelanggan iStockPhoto mencapai 1,5 juta pelanggan dari 200 negara di seluruh dunia. Proses seleksi yang rumit itu dipakai untuk memastikan para kontributor memiliki konten berkualitas.

Selain itu, tentunya Anda harus memenuhi persyaratan dan ketentuan seleksi.

Hal itu juga berpengaruh pada pendapatan. Untuk konten non-exclusive, di mana foto Anda juga dijual di platform lain, royalti yang didapat mulai dari 15%. Dan untuk konten eksklusif atau hanya dijual di iStockPhoto, royalti yang diberikan mencapai 45%.

Persentase tersebut sudah termasuk tinggi dibandingkan platform tempat jual foto online lainnya.

persentase royalti kontributor iStock Photo
iStock Photo

Keunggulan: 

  • Memacu Anda memberikan konten yang berkualitas;
  • Persentase royalti termasuk besar untuk kontributor;
  • Anda akan otomatis menjadi kontributor di Getty Image juga.

5. Alamy

platform alamy tempat jual foto

Selanjutnya adalah Alamy, platform yang telah memiliki konsumen dari 173 negara ini rutin menambahkan hingga 100.000 gambar tiap harinya. 

Dengan royalti hingga 50%, tidak heran Alamy masuk ke jajaran platform jualan foto online dengan bayaran tinggi. Berikut estimasi harga konten di Alamy.

royalti atau bayaran kontributor stok konten di alamy
Alamy

Bayangkan dari satu foto saja paling tidak Anda bisa dapat 10 dolar, bagaimana jika lebih? 

Apalagi jika Anda memiliki keahlian menangkap gambar panorama 360 derajat, Anda bisa cuan banyak di Alamy! 

Keunggulan:

  • Royalti hingga 50% dari penjualan;
  • Adanya Alamy tools untuk menganalisis kebutuhan konsumen dan trend gambar;
  • Konten tidak diedit, sehingga kontributor memiliki kontrol penuh terhadap konten;
  • Untuk kontributor yang masih pelajar akan mendapatkan 100% royalti pada dua tahun pertama.

6. FreeDigitalPhotos.net

jual stok foto di freedigitalphotos.net

Platform tempat jual foto online asal Hong Kong ini memiliki taktik marketingnya sendiri. 

Awalnya foto konten Anda akan dipasarkan secara gratis, tapi dengan resolusi minim. Jika pelanggan membutuhkan resolusi yang tinggi, barulah foto konten Anda akan dapat dibeli.

Kekurangannya, siapa pun bisa dapat dengan bebas menggunakan foto Anda tanpa membayar. Namun, versi gratis tetap dalam resolusi rendah dan mencatut nama Anda sebagai hak cipta.

Kelebihannya, FreeDigitalPhotos.net memberikan royalti 70% dari setiap penjualan! Jauh lebih besar dibanding platform ternama lainnya.

Setiap gambar juga akan dijual dengan resolusi yang berbeda, mulai dari 10 hingga 50 dolar. Misalnya kecil, sedang, dan besar. Jadi, pendapatan Anda juga akan bervariasi dari tiap foto yang terjual. 

Keunggulan:

  • Teknik marketing berbeda dari yang lainnya;
  • Royalti untuk kontributor hingga 70%;
  • Harga foto bervariasi tergantung resolusi, memungkinkan Anda mendapatkan penghasilan yang lebih besar jika foto beresolusi tinggi dilisensikan.

7. 500px

500px tempat jualan foto online

Platform selanjutnya adalah 500px, yang memungkinkan konten Anda dapat dibeli dan digunakan untuk kebutuhan komersial maupun editorial. Misalnya, digital campaign, website, cover buku, dll.

Uniknya, 500px memiliki algoritmanya sendiri. Konten dari kontributor baru akan muncul lebih dulu. Sehingga kontributor baru dapat bersaing dengan kontributor lama yang telah memiliki banyak konten.

Selain itu, yang membuat 500px diminati adalah royalti 60% untuk kontributor serta submit konten yang mudah. 

Sebenarnya 500px sudah memiliki pangsa pasar global. Namun, untuk menjangkau pasar yang lebih luas, platform ini juga bekerja sama dengan Getty Images dan VCG (Visual China Group) untuk distribusi konten.

Kelebihan:

  • Algoritma website yang mendukung kontributor baru;
  • Pemberian royalti untuk kontributor hingga 60%;
  • Submit konten yang mudah dilakukan;
  • Berpeluang dibeli oleh konsumen global;
  • Telah bekerja sama dengan platform besar di dunia (Getty Image dan Visual Group China).

8. Website Sendiri

Semewah-mewahnya rumah orang, tetap lebih nyaman di rumah sendiri. 

Pernah dengar istilah tersebut? Sama seperti tempat menjual foto online, paling enak memang di website sendiri. 

cara jual stok foto di website sendiri

Berikut alasan kenapa Anda harus menjual foto online di website sendiri:

  • Bebas kustomisasi tampilan portofolio;
  • Upload dan jual konten tanpa batas;
  • Bisa menentukan rate harga sendiri;
  • Tidak perlu bersaing dengan fotografer lain;
  • Royalti 100% untuk Anda;
  • Bebas mengatur alur pembayaran;
  • Memiliki kontrol penuh atas syarat dan ketentuan copyright konten;
  • Lebih fleksibel memasarkan konten.

Semua hal di atas tentu tidak bisa Anda dapatkan di tujuh platform sebelumnya. Cara pembuatannya pun sama sekali tidak sulit. Telah secara lengkap kami ulas dalam → Ikuti Cara Mudah Membuat Web Portofolio.

Terlebih lagi, dengan web portofolio sendiri, Anda sama saja dengan membangun personal branding. Semakin lama Anda menjual foto online secara independen, semakin profesional juga Anda nantinya.

Baca juga: Membangun Strategi Personal Branding yang kuat dalam 7 Langkah

Website portofolio juga bebas Anda hubungkan dengan berbagai platform media sosial lainnya. Misalnya, Instagram, Pinterest, dll. Sehingga dapat menjangkau lebih banyak konsumen.

Anda juga lebih bebas memanfaatkan berbagai upaya digital marketing, agar bisnis photo stock Anda lebih berkembang. Misalnya, dengan sosial media marketing, email resmi, copywriting, SEO, dll.

3+ Tips Menjual Foto Online: Dijamin Laku!

Sudah capek jepret sana-sini sayang dong kalau tidak banyak peminatnya. Nah, berikut ada beberapa tips jitu agar foto online Anda laris manis. Mari disimak.

1. Jual Foto yang Banyak Dicari

Jangan buang waktu Anda untuk mengambil foto yang sepi peminat. Lebih baik atur strategi agar lebih maksimal dalam menggaet konsumen.

Pertama, yang harus Anda lakukan adalah berdiri di sudut pandang konsumen. Sebelum take foto, tanya dulu ke diri sendiri:

  • Kenapa orang mau beli foto ini?
  • Bagaimana mereka akan menggunakannya?
  • Akan dipakai buat apa fotonya?

Dari sana, Anda bisa lebih memetakan gambar mana yang layak diambil dan mana yang kurang potensial. 

Misalnya, foto lapangan sepak bola yang dapat digunakan untuk featured image blog atau kegiatan belajar mengajar yang berguna untuk keperluan brosur, dll.

Yang kedua, Anda bisa memanfaatkan Google Trends. Pastinya, Anda bisa menganalisis topik-topik yang sedang trend dan paling diminati.

google trends untuk riset stok foto

Selain itu, Google Trends memberikan fitur filter lokasi, sehingga Anda bisa melakukan targeting lebih spesifik. Jadi, foto Anda bisa bertemu orang yang cocok!

2. Manfaatkan Aplikasi Edit Foto

Sebagai fotografer, tentunya Anda harus akrab dengan berbagai aplikasi edit foto, bukan? Untungnya, zaman sekarang sudah banyak aplikasi editing foto, baik yang gratis maupun berbayar. 

Biasanya, tiap fotografer memiliki ciri khas hasil jepretannya masing-masing. Nah, Anda bisa bebas mengatur saturasi, brightness, kontras, dll, sehingga membangun feel foto yang diinginkan.

Apalagi dengan adanya fitur preset di beberapa aplikasi, semua foto Anda otomatis bisa memiliki tone yang seragam. Misalnya, di aplikasi Lightroom, Photoshop, dll.

3. Optimasi

Cara agar foto Anda lebih bisa “terlihat” di Google adalah dengan teknik SEO. Hal ini adalah keunggulan yang bisa Anda dapatkan jika membuat web portofolio sendiri.

Anda bisa mengoptimasi semua gambar Anda supaya lebih ramah algoritma Google. Sehingga website Anda bisa naik ke peringkat teratas pencarian Google.

Baca juga: Panduan Lengkap Memaksimalkan Image SEO untuk Website

4. Konsisten

Hal terakhir yang sudah pasti harus Anda lakukan yaitu konsisten. Sebagus apapun foto Anda, kalau hanya upload satu atau dua saja ya masih kurang.

Semakin banyak jam terbang, ditambah portofolio fotografi yang lengkap, angle foto yang bagus, kualitas resolusi foto, maka semakin banyak juga yang percaya dan membeli foto Anda.

Jangan ragu untuk selalu berkarya dan konsisten mengupload foto. Setiap ada event besar, fenomena unik, atau sebagainya. Semua momen bisa Anda manfaatkan untuk menambah konsumen.

Siap Menguangkan Karya Anda?

Sekali lagi, jangan sia-siakan bakat dan keterampilan mengambil foto yang Anda miliki. Stok foto ataupun konten Anda bisa menjadi cuan asalkan dipasarkan dengan benar.

Misalnya, dengan beberapa website atau platform tempat jual foto online di atas. Atau yang yang lebih baik lagi yaitu membangun web portofolio Anda sendiri. 

Selain bebas mengatur segala hal sendiri, Anda juga sambil membangun personal branding. Hal itu pasti akan berguna seiring berjalannya waktu.

Bagaimana? Siap mengubah stok foto jadi cuan? Anda bisa memulainya dengan membuat website portofolio. 

Karena itu, Anda membutuhkan hosting yang aman dan cepat, serta memberikan unlimited disc space untuk data stok foto Anda yang besar. Semuanya lengkap Anda dapatkan di Unlimited Hosting Niagahoster.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here